Pada hari senin tanggal 18 pebruari 2013 pukul 07.15 kami segenap guru dan siswa serta tenaga UPTD kembali masuk sekolah, dan seperti biasanya kami melaksanakan upacara pagi. Sebetulnya saya tidak melihat ada kotoran anjing diatas teras depan ruang laboratorium. Tapi ternyata setelah kami selesai melaksanakan upacara kami melihat ada kotoran anjing yang ada di atas tegel. Aduuuuuuuuuuuuuuuh... jengkel lagi. Dasar anjing.....
Sebagai langkah pencegahan untuk pembasmian anjing-anjing di sekolah, kami sudah coba tembak dengan senapan angin. Bahkan pada setiap tahunnya dalami rangka pencegahan virus anjing, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) kehewanan melakukan penebaran racun di tempat-tempat yang di sinyalir sebagai tempat berkumpulnya anjing; alhasil para anjing-anjing banyak yang mati, tetapi keturunannya tetap juga bertambah.
Menurut sumber yang saya coba konfirmasi yaitu Ibu sitah mengatakan "Anjing bukan hanya binatang yang mengesalkan saja tapi binatang yang sangat menjijikkan. Di rumah saya saja ketika acara bakar-bakar; yang rebut sisanya bukan saja anjing yang domisili di sekitar rumah tapi anjing yang dari diwu moro juga hadir, ketika saya usir; mereka bilang pulangkan saja aku ke rumah orang tuaku... Sebagai langkah pencegahan untuk pembasmian anjing-anjing di sekolah, kami sudah coba tembak dengan senapan angin. Bahkan pada setiap tahunnya dalami rangka pencegahan virus anjing, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) kehewanan melakukan penebaran racun di tempat-tempat yang di sinyalir sebagai tempat berkumpulnya anjing; alhasil para anjing-anjing banyak yang mati, tetapi keturunannya tetap juga bertambah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar